KARYA ILMIAH PELUANG
BISNIS
“Bisnis Batik”
Disusun Oleh :
NAMA :
ARIES MOCH. IQBAL
NIM :
15.11.9338
KELAS : 15-S1TI-12
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA (TI)
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2016
Abstraksi
Karya Ilmiah yang saya tulis ini berjudul “Peluang Bisnis Batik di
Klaten”. Pada saat ini, banyak masyarakat yang menyukai berbagai macam
barang yang berbahan dasar batik. Diantaranya seperti....
baju, jaket, tas, sepatu, aksesoris dan lainnya yang berbahan dasar
batik. Dengan banyaknya masyarakat yang minat akan batik sangat tinggi,
maka hal ini dapat dijadikan sebagai peluang bisnis bagi para pengusaha
yang ingin berbisnis batik. Selain minat akan batik yang tinggi, saat
ini batik tidak hanya diminati oleh orang-orang tua saja. Akan tetapi,
saat ini batik juga mulai diminati oleh kalangan remaja dan bahkan
anak-anak. Seperti yang kita ketahui, dulu batik identik dengan orang
tua. Karena waktu dulu batik kebanyakan dipakai oleh orang tua saja. Dan
batik juga identik dengan acara resmi atau hajatan, karena batik saat
itu dipakai hanya saat acara-acara resmi dan acara hajatan. Dengan
adanya minat masyarakat yang tinggi untuk menggunakan batik, maka
peluang bisnis batik sangat menjanjikan untuk kesuksesan bisnis batik ke
depannya. Klaten merupakan kota yang bisa dikatakan sebagai kota
produksi batik. Karena di Klaten terdapat tempat yang memproduksi batik
yaitu, Batik Lurik di Pedan dan Batik Tulis Bayat di Bayat. Dengan
adanya tempat-tempat produksi batik di Klaten, maka peluang bisnis batik
di Klaten akan lebih menjanjikan kesuksesan.
Isi...
Sejarah Batik di Indonesia Baik Prof. M. Yamin maupun Prof. Dr. R.M.
Sutjipto Wirjosuparta, mengemukakan bahwa batik di Indonesia telah ada
sejak zaman Sriwijaya, Tiongkok pada zaman dinasti Sung atau T’ang (abad
7-9). Kota-kota penghasil batik, antara lain : Pekalongan, Solo,
Yogyakarta, Lasem, Banyumas, Purbalingga, Surakarta, Cirebon,
Tasikmalaya, Tulunggagung, Ponorogo, Jakarta, Tegal, Indramayu, Ciamis,
Garut, Kebumen, Purworejo, Klaten, Boyolali, Sidoarjo, Mojokerto,
Gresik, Kudus, dan Wonogiri (Widodo, 1983 : 2-3).
Pengertian
Batik Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu
batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan
kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari
kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai
wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat
dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang
memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik,
teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO
telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan
Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of
Humanity) sejak 2 Oktober, 2009. Kata "batik" berasal dari gabungan dua
kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang
bermakna "titik".
Jenis-jenis Batik
Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan.
Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. Batik
cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang
dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan
batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari. Batik lukis
adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain
putih.
Peluang Bisnis Batik
Pada saat ini, banyak masyarakat yang menyukai berbagai macam barang
yang berbahan dasar batik. Diantaranya seperti baju, jaket, tas, sepatu,
aksesoris dan lainnya yang berbahan dasar batik. Dengan banyaknya
masyarakat yang minat akan batik sangat tinggi, maka hal ini dapat
dijadikan sebagai peluang bisnis bagi para pengusaha yang ingin
berbisnis batik. Selain minat akan batik yang tinggi, saat ini batik
tidak hanya diminati oleh orang-orang tua saja. Akan tetapi, saat ini
batik juga mulai diminati oleh kalangan remaja dan bahkan anak-anak.
Seperti yang kita ketahui, dulu batik identik dengan orang tua. Karena
waktu dulu batik kebanyakan dipakai oleh orang tua saja. Dengan adanya
minat masyarakat yang tinggi untuk menggunakan batik, maka peluang
bisnis batik sangat menjanjikan untuk kesuksesan bisnis batik ke
depannya. Klaten merupakan kota yang bisa dikatakan sebagai kota
produksi batik. Karena di Klaten terdapat tempat yang memproduksi batik
yaitu, Batik Lurik di Pedan dan Batik Tulis Bayat di Bayat. Dengan
adanya tempat-tempat produksi batik di Klaten, maka peluang bisnis batik
di Klaten akan lebih menjanjikan kesuksesan.
Cerita Sukses Pengusaha Batik di Klaten
Produk berbasis budaya telah terbukti memiliki pasar tersendiri yang tak
pernah mati. Potensi itulah yang digarap Susan Dewijanarko, pemilik
usaha Lumbung Batik Purwanti, secara turun-temurun. Falsafah yang
dianutnya itu menunjukkan betapa yakinnya Susan akan bisnis batik yang
digelutinya, juga yang ditekuni entah berapa banyak pengusaha batik
lainnya di Indonesia. Diakui dunia sebagai warisan budaya khas negeri
ini, batik yang kaya akan nilai artistik tinggi dengan sendirinya
memiliki potensi finansial yang besar. Berlokasi di Dusun Pundungrejo,
Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Batik Purwanti yang
didirikan oleh ibunya pada 1968 bertahan sebagai lumbung uang keluarga
dan masyarakat di sekitarnya. Susan mengatakan, batik yang diproduksinya
adalah batik tulis dan batik cap. Menurut dia, workshop batiknya
sengaja tidak memproduksi dan menjual batik cetak (printing) untuk
menjaga komitmen nguriuri (melestarikan) batik. Susan menegaskan,
bertahan pada batik tradisional tidak membuat produknya kalah oleh batik
kebanyakan yang dijual di pasar-pasar. Susan mengakui, warna yang
cemerlang dan khas pada batiknya adalah hasil dari pergelutannya dengan
batik selama bertahun-tahun. Selain itu, imbuh dia, perajin batik tak
boleh lalai berinovasi dan bereksplorasi menciptakan corak, motif,
desain, dan warna. Tanpa itu, tegas dia, sulit membuat produk tetap laku
di pasaran. Soal pemasaran, Susan mengaku kini pihaknya tak lagi
mengalami kesulitan. Namun, kata dia, hal itu merupakan hasil sebuah
proses panjang mengembangkan jalur distribusi. Susan bercerita, awalnya
area pemasaran yang dirintis ibunya adalah Kota Solo dan Pasar Klewer
melalui sejumlah pedagang batik yang menjadi penampung produknya.
Dia melanjutkan, lama kelamaan produknya semakin dikenal sehingga
langganannya pun bertambah dari Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Bandung,
bahkan Kalimantan, dan Papua.
Strategi pemasaran yang dilakukan, kata dia, awalnya hanya promosi dari
mulut ke mulut. Setelah mulai dikenal, Batik Purwanti pun percaya diri
membuka sejumlah ruang pamer (showroom) dan memasarkan pada sejumlah
galeri batik di Yogyakarta dan Semarang. Demi mengikuti zaman,Susan
mengaku, pihaknya tak ragu mengakomodasi setiap potensi pemasaran yang
ditawarkan perkembangan teknologi. Kini, pemasaran batik produksinya
juga merambah dunia maya melalui situs yang dibuatnya dan melalui media
jejaring sosial seperti facebook dan lainnya. Kini, Susan mampu
mempekerjakan sekira 100 pekerja di workshop (bengkel) batiknya. Kendati
kini telah berdiri mantap, usaha batik yang didirikan keluarganya bukan
berarti selalu berjalan mulus. Susan menegaskan, walaupun potensial,
usaha ini juga memiliki risiko, mulai dari yang umum dalam bisnis
seperti ditipu oleh konsumen, hingga yang tak terduga seperti anjloknya
pasar. Susan mengenang saat pesanan produk batiknya anjlok akibat krisis
ekonomi 1998. Saat itu, kata dia, pesanan surut dan harga bahanbahan
bakunya melambung akibat terpuruknya rupiah.Kemudian, peristiwa tak
terduga saat teroris meledakkan bom di Bali, bisnisnya pun sempat
terganggu. Betapa tidak, Batik Purwanti yang salah satunya mengandalkan
penjualan kepada turis asing harus bersabar saat kedatangan mereka
merosot drastis. “Di Yogyakarta galeri-galeri langganan kami tamunya
adalah wisman semua, otomatis order kami pun menyusut,” katanya. Tapi,
pascaditipu, terpuruk saat krisis ekonomi, dan bom Bali, Susan berhasil
bangkit kembali. Bahkan, sekarang usahanya relatif stabil dan cenderung
meningkat.Tak salah jika Susan berfalsafah bahwa batik yang
dihidupkannya juga betul-betul ganti menghidupinya. (nanang wijayanto)
(Koran SI/Koran SI/ade).
Referensi :
http://nesaci.com/pengertian-batik-dan-sejarah-batik-indonesia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Batik
http://economy.okezone.com/read/2011/07/10/22/478109/potensi-bisnis-batik-tulis-yangmenjanjikan
Baca juga peluang bisnis lainnya di
www.amikom.ac.id